Senin, 10 Februari 2020

Drama Pagi

Matahari sore mulai menelusup menyusuri bilik jendela yang sedikit terbuka, pertanda suasana sore akan berganti  menjadi malam, Yang padanya berisi sunyi. Menyembunyikan kebisingan suara knalpot motor dan mobil, menyimpan suara – suara kicawan burung dan kokok ayam, sepi dan hening yang menjadi alam para penghamba untuk berdoa memanjatkan harapan dan asa. Kembalinya waktu bersama, orangtua mencumbu girang tawa dengan anak dirumah.

“Assalamualaikum? “ucap laki – laki tegap, bersepatu pantofel sembari mengetuk pintu rumahnya.

“Waalaikumsalam” Jawab  Arhan sebagai anak pertama yang sudah sekolah kelas satu, kemudian membukakan pintu depan yang berlapis teralis besi.

“Ayah pulang, ..”ucap Arhan memberi kabar kepada bundanya dan adik perempuanya Arya.
Arhan menyalam jabat tangan ayahnya kemudian mencium tangan.

Menyelinap dari balik hordeng pembatas ruangan, sikecil Arya yang lari kemudian menyapa
“Ayaaah,…” sikecil Arya lari sambil mengangkat tangan pertanda ingin digendong.

Tanpa ba bi bu lagi, Ayah dua anak itu menggendong anak perempuannya lalu mencium kening gadis mungil itu dengan ucapan “ Anak Sholehah”

Begitu suasana sore, sebuah keluarga kecil dipelosok pulau.

Sepulang ayahnya, anak laki – laki selalu menginginkan bermain dengan ayahnya. Si bungsu sudah mempersiapkan mainan bersama. Mobil dan Robot, mainan favorite Arhan.
“Ayah kita main yuk,..” Ajak Arhan.
“Ayuk” balas, ayahnya.

Sore yang menyenangkan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi,

Dan kemudian rutinitas drama pagi ini si bungsu mulai mogok, “kenapa ngak mau sekolah,Nak ?”
Arhan terdiam menatap jalan, diam tanpa berucap alasan.

Bundanya berucap: “abang,  kenapa abang ngak mau sekolah, coba cerita ke bunda”
“Abang mau sama bunda.” Balas Arhan

Bundanya kemudian berargumen, “ Abang harus sekolah ya nak, biar abang Arhan pinter. Coba abang lihat itu anak – anak yang di lampu merah, kasihan kan mereka mencari uang sendiri. Abang mau seperti mereka?” Tawar bundanya.

Kita harus bersyukur sama Allah, ayah kerja – bunda kerja untuk biaya sekolah Abang Arhan dan Adek Arya.
Bunda kerja dulu ya Nak?, 

Dengan berat hati, Arhan melangkahkan kakinya ke depan pintu gerbang.

Kamis, 23 Januari 2020

Olah Raga Lari Itu Seperti Hormon Endorfin


Jakmar 2018
Akhir Tahun 2018, bagi saya ini adalah babak baru mengenal sebuah aktifitas yang bisa memberikan semacam kekuatan dan pola hidup sehat. Sebagai karyawan sebuah perusahaan tentu akan merasakan titik jenuh, titik kulminasi bagaimana rutinitas kerja menjadi bosan dan itu – itu saja. Karenanya perusahaan memberikan ruang buat bergembira bersama yaitu sebuah kegiatan yang memberikan rasa bahagia dan kebersamaan, gathering.

Hal yang rutin dilaksanakan biasanya Fun Walk dari kantor pusat lalu jalan sehat bersama para direksi dan pejabat. Namun tahun 2018 menjadi berbeda karena  event yang biasanya diadakan jalan sehat kali ini berubah menjadi Jakarta Electric Maraton dan baru kali ini kegiatan yang sebenarnya separuh dipaksakan dan separuh lagi menjadi pilihan dari manajemen akhirnya ikut dalam kegiatan lari Jakarta Electric Marathon. 

Pada tahun sebelumnya saya pribadi sudah berkeinginan untuk mengikuti event lari ini, dulu kalau tidak salah kegiatannya adalah Jakarta Mandiri Marathon dan kegiatannya selalu bentrok dengan Fun Walk PLN. Dan ini menjadi kesempatan pertama saya untuk mencoba dan berlari dalam kegiatan Jakarta Electric Marathon. 

Berdasarkan pendaftaran yang saya dan kawan – kawan kantor lakukan ialah 5 Kilo Meter, kita mengambil rute terpendek dari slot yang ada. Usut main usut slot 5 KM habis, jadi sebagai pendaftar yang mendapatkan fasilitas diskon dari perusahaan akhirnya khusus untuk pegawai PLN yang mendafatar 5 KM dialihkan menjadi pelari 10 KM. Wow,.. Sepuluh Kilo Meter, bagi saya ini kali pertama. Entah harus bagaimana dan apa – apa saja yang harus dipersiapkan. Terakhir perjalanan fisik saya adalah mendaki gunung ciremai pada tahun 2015, ceritanya bisa kalian lihat disini dan itu memang sudah lama sekali, ini lari 10K. Sepuluh Kilo Meter Boi!

Dan dengan segala keterbatasan persiapan akhirnya kami dari kantor bersama – sama menjadi pelari pemula pada event Jakarta Electric Marathon. Sebentar lari, sebentar jalan kaki yang penting finish. Dan Alhamdulillah finis meraih mendali 10K dengan durasi hampir mendekati dua jam. It’s okay bagi saya ini awal yang baik. Intinya finish. 

Sampai dua hari setelah lari, kaki masih terasa nyut – nyut. Otot kaki rasanya pada kenceng semua. Kalian bisa bayangkan gimana rasanya. Hemm,.. rasanya kaki pengen selonjoran terus. Itu kesan pertama pada event lari dengan biaya dari hasil subsidi kantor. Hehehe

Selanjutnya pada akhir tahun 2018, dengan segala penasaran menaklukan 10K untuk lari lebih cepat, sekitar pekan kedua bulan desember, kita dari kantor bersama – sama mencoba kembali ikut event lari yang diadakan pertamina dengan tema Eco Run. Sekitar tujuh orang menggunakan satu mobil bersama – sama menuju tanggerang. Bayangkan kita lari jam 6 pagi di BSD tanggerang dan kita baru sampai di hotel pukul 12.00 malam sekitar setengah satu pagi dinihari baru cek in hotel pula. Sayang banget sih sebenarnya biaya untuk bayar hotelnya. Tapi, perkara itu bagi kita adalah bagian dari perjuangan untuk mengikuti kegiatan lari tersebut.

Pertamina Eco Run

Well,.. Alhamdulillah durasi lari menjadi lebih cepat sekitar 1 jam 24 menit. Ada peningkatan. Bagi saya pribadi lari itu ternyata asyik, menghilangkan stress, menghilangkan penat pikiran dan tentu akan berdampak pada kesehatan fisik kita. Utamanya sih lebih efektif untuk membakar lemak tubuh, dan jangan dikira lari itu cuma bikin capek doang ya. Lari itu bikin awet muda loh,.. liat bapak Sandiaga Uno, umurnya udah kelewatan wajahnya masih muda. Saya pikir, pak Sandiaga Uno ini bisa jadi bukti nyata bahwa lari itu mampu bikin awet muda dan sudah tentu menciptakan hormon endorfin ( kebahagiaan ) lebih banyak.

Jadi coba kalian rasakan ya, nikmatnya berlari. Coba deh, lari di Gelora Bung Karno atau di Stadion Velodrome Rawamangun. Kalian pasti akan termotivasi, bagaimana orang yang kelebihan berat badan berjuang ngos – ngosan untuk menurunkan berat badannya, atau coba perhatikan lebih banyak lagi, orang – orang yang sudah sepuh atau renta atau nenek – nenek dan kakek – kakek mereka beramai – ramai untuk senam bersama dan atau jalan sehat, sekedar untuk mengeluarkan keringat dan menjadi bagian dari salah satu cara hidup untuk sehat. Sedih kalo kita yang muda udah males – malesan buat ngeluarin keringat. Hem,.. 

Oiya, buat kalian yang mau mencoba bagaimana rasanya endorfin (Hormon kebahagiaan) itu bisa meningkat pada saat berlari, berlarilah sampai terasa betis kaki terasa ringan, nafas dan ayunan kaki seolah - olah seirama dan sejalan. Dan jangan lupa pemanasan sebelum berlari serta gunakan sepatu lari, pakaian (kaos & celana) lari yang direkomendasikan dan sudah tentu pasang aplikasi strava untuk mengukur jarak lari kalian serta jangan lupa selfi. OK

Yuk, coba kita rasakan, kali aja kita bisa bertemu bersama di dalam komunitas lari, bisa belajar hidup sehat. Dan misi saya di tahun ini adalah mencoba untuk menaklukan 21K dan 42K (Full Marathon). Lari itu seperti candu, doakan ya. Yuk Lari bareng biar sehat, saya rutin lari sore hari selasa dan kamis di stadion velodrome Rawamangun. Semoga sekali waktu bisa jumpa bersama.

Salam jiwa sehat! Raga kuat!

Galeri Lari 2020, Olah Raga Sore di Stadion Velodrome
Galeri Lari 2019, Jakarta Electric Marathon 2019
Galeri Lari 2019, Relay Marathon BP Jamsostek 2019
Galeri Lari 2019, Indonesia Night Run 2019

Galeri Lari 2019, Independent Run 7,4K
 
Galeri Lari 2019, Milo 10K


Jumat, 17 Januari 2020

Bicara Itu Ada Seninya

Selepas liburan sekolah awal januari 2020, saya mengajak ketiga adik untuk mengunjungi gramedia matraman, salah satu hasilnya adalah saya membeli tiga buku. Salah satunya yang akan saya review ini. Kenapa saya tertarik pada judul buku " Bicara Itu Ada Seninya" ?, yang pertama kegemaran membaca saja menurut saya masih belum cukup untuk berkehidupan sosial, kedua adalah karena akhir - akhir ini saya sering menonton youtube sehingga saya berfikir ini kemampuan komunikasi saya harus perlu diasah, yang ketiga yaitu karena saya ingin memahami bagaimana cara menghadapi semua model orang dalam segala kondisi tanpa mengedepankan emosi dan cita - cita saya di tahun ini ialah melatih naluri berbagi dalam mengelola emosi. Wah,. kok jadi berpanjang lebar cerita resolusi. Baiklah.

Sembari menunggu penerbangan CGK - PGK, saya coba menceritakan isi buku " Bicara Itu Ada Seninya " karya Oh Su Hyang Dosen dan Pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan. Beliau menjelaskan tentang rahasia komunikasi yang efektif. Hal yang paling saya ingat dalam buku ini ialah bahwa komunikasi itu akan lancar dan efektif bila disertai pertanyaan, apresiasi / penghargaan dan sebuah reaksi dalam semua perbincangan. Oh Su Hyang dalam tulisannya lebih banyak bercerita tentang cara komunikasi para pemimpin perusahaan dan pemimpin negara, disini diceritakan pula bagaimana pemimpin perusahaan berpidato, meyakinkan karyawan dan konsumennya. Beliau menganalisa point antar point yang disampaikan dalam sebuah dokumentasi pidato / komunikasi para CEO, begitu juga cara membangun komunikasi dalam rumah tangga beliau utarakan dengan pengalaman pribadinya. Dan pointnya adalah bahwa komunikasi itu penting untuk kehidupan kita.

Didalam buku setebal 238 Halaman ada sub bab yang isinya pintar mendengar, pandai bicara. Saya rasa ini inti dari buku karya Oh Su Hyang dimana disini dijelaskan tentang kualitas sebelum kuantitas isi pembicaraan, ucapan khusus yang memikat hati, teknik membujuk paling ampuh, tentang komunikasi negosiasi dan dasar dari sebuah perdebatan. Dan intinya adalah otak kita ini perlu diisi dengan bacaan yang berkualitas.

Bagi kalian yang sedang mendapat promosi jabatan dalam suatu perusahaan Oh Su Hyang memberikan rumus efektif untuk menciptakan komunikasi presentasi untuk profesional yaitu ciptakan penampilan yang baik dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki, selalu tersenyum sapa dan salam, Tatapan yang stabil terhadap lawan bicara jangan pernah melihat sisi lain dari lawan bicara kita, lihat saja matanya atau keningnya itu yang akan membuat teman bicara kita menyimak. Kemudian harus percaya diri dengan apa yang disampaikan  dan ciptakan gestur yang tepat.

Oiya, ada lagi nih yang perlu dijadikan pedoman teknik menjadi pendengaryang baik yaitu;
1. Respon; anggukan saja kepala seoalah - olah kita ini mendengarkan si pembicara sehingga si pembicara akan lebih terhormat bahwa yang dia jelaskan bisa dimengerti oleh si pendengar.
2. Dengarkan hingga selesai; jangan sampai kita memotong lawan bicara, rasanya pasti gak enak kalo kita sedang menjelsakan tapi belum tuntas.
3. Simpulkan; dari diskusi dan pembicaraan yang berpanjang lebar coba simpulkan point - point yang disampaikan sehingga menjadi pertanyaan.
4. Ulangi ; Ucapan yang disampaikan oleh pembicara atau pemateri coba diulangi dalam sebuah kalimat pertanyaan atau kesimpulan sehingga membuat pembicara atau materi merasakan bahwa kita sangat tertari terkait arah pembicaraannya.

Semoga bermanfaat,



Sabtu, 14 Desember 2019

Sentra Education

muhamadfay
Setelah memilah - milah buku yang ada di rak buku Gramedia Matraman pada kumpulan pendidikan anak, ada satu buku yang lain dari pada biasanya. Buku Rhenald Kasali series on education, menurut saya ini hal baru bagi pak Rhenald mengkaji dunia pendidikan anak usia dini, yang biasanya karya - karya beliau selalu bertemakan manajemen dan memang cukup menarik isi dari buku "SENTRA Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi masa depan yang Cemerlang".  

Buku setebal 333 halaman ini lebih banyak bercerita tentang perjalanan hidup seorang Wismiarti Tamin dalam menemukan metode pendidikan yang diperlukan untuk anak - anak indonesia. Jadi menurut saya buku yang di sajikan pak Rhenald sebagian isinya lebih kepada pengalaman perjalanan ibu Wismiarti Tamim menemukan metode sentra. Siapa kah ibu Wismiarti Tamim ini, beliau adalah tokoh pendidikan dan perintis metode sentra di indonesia. Berangkat dari kegelisahan ibu Wismiarti ini metoda sentra berkembang menjadi bibit metode - metode pendidikan anak usia dini di indonesia.

Dalam buku tersebut disajikan kisa ibu Wismiarti ketika menjadi tenaga kesehatan untuk laboratorium doping milik Pemprov DKI jakarta, saat beliau melakukan test seleksi pegawai untuk laboratorium tersebut, yang bekerjasama dengan pihak konsultan ternyata tanpa disangka - sangka dengan level pendidikan yang tinggi tidak menjamin kejujuran dan kemampuan seseorang dalam bekerja sama. Begitu singkatnya hasil seleksi konsultan yang bekerjasama dengan wismiarti. Sehingga dalam perjalanan tersebut ibu Wismiarti mulai berfikir keras, sisi mana yang harus dibangun untuk pendidikan ini?. Beliau tersadar bahwa pendidikan karakter adalah bagian dari cara membentuk perilaku dan sikap sesorang.

Metode sentra merupakan metode pendidikan anak yang diadopsi dari Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di florida, Amerika Serikat. Sumbernya ialah dari Dr. Pamela Phelps seorang pakar pendidikan yang sudah bergelut melakukan penelitihan pendidikan anak puluhan tahun. Dalam prakteknya mendidik anak itu bagaimana kita merasakan apa yang diinginkan anak dengan menstimulus karakter - karakter yang harus dibangun dan cara berfikir anak yang perlu dikembangkan. Pada metode sentra yang saya baca dalam buku tersebut ialah anak - anak dididik dengan cara bermain, memahami kehidupan mahluk hidup dan alam serta seni yang mampu membangun kepribadian anak. 

Buku yang berbeda dari serial pendidikan anak yang sering saya baca, buku ini menyajikan permainan balok menjadi bagian dari cara mendidik sikap dan cara berfikir anak, dan tentu saja bagaimana membangun sosok manusia yang multiple intelligences dijelaskan penulis dengan baik serta keterampilan kunci yang harus dimiliki seseorang untuk sukses.

7 Keterampilan Kunci
"Skill hidup ini potensial membantu anak sukses secara sosial, emosional, dan intelektual dalam jangka pendek dan panjang. Semua orang dewasa bisa mengajarkan skill ini dan semua anak bisa mempelajarinya. Selain itu, tak ada kata terlambat untuk mempelajari skill ini"  -Ellen Galinksy

Saya berfikir, buku ini sangat perlu diketahui dan dibaca oleh kaum pendidik dan orang tua. karena cara membangun karakter anak dan cara berfikir anak harus dibangun dan dimulai dari sedini mungkin. Agar kelak ketika anak mulai besar nanti tidak ada lagi ucapan dan perilaku berbohong serta perilaku buruk lainnya. Dan dalam buku tersebut ibu Wismiarti memberikan perhatian lebih kepada guru atau pendidik dalam mengimplementasikan metode sentra, sampai - sampai beliau memberikan bimbingan khusus guru PAUD-nya untuk belajar ke Florida. Metode Sentra sangat bagus untuk pendidikan anak - anak kita.


Sabtu, 26 Oktober 2019

Merdeka Sejak Hati

Setelah sekian lama tidak membaca novel, sepintas ketika ada pameran buku di Rumah Cinta Baca Bogor terpikat dengan sebuah buku karya A Fuadi "Merdeka Sejak Hati". Novel setebal 365 halaman ini banyak bercerita tentang idealisme, pencarian jati diri, kasih sayang, cinta dan bagaimana cara mendidik seorang anak. 

Larfan Pane, tokoh yang mengajak kita untuk mengarungi perjalanan hidup dari seorang anak piatu ( tanpa ibu ) harus berjuang dengan keras, hidup tanpa kasih sayang ibu, mengecap rasa kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Dari kemalasanya untuk masuk sekolah, mencari uang untuk menghidupi diri, hingga mencapai titik kesadaran bahwa kehidupan ini untuk berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI.
Taken by Samsung J7 Pro

Sangat apik A Fuadi membawa tokoh Larfan Pane ini menjadi tokoh utama yang berujung pada kematian, sakit akibat penyakit stroke. Tapi bagi saya ini novel terlalu singkat, karena sebenarnya penulis seharusnya bisa mengembangkan identitas Larfan ketika menjadi seorang ayah yang mendidik anak - anaknya dengan latar suasana Yogyakarta atau ketika menjadi dosen menceritakan bagaimana perjuangan seorang pendidik mecetak mahasiswa / generasi masa depan Indonesia dan tokoh Toga atau Iqbal atau ketiga anaknya yang saya rasa masih kurang terasa.

Overall ceritanya sangat inspiratif, terutama ketika memaparkan identitas HMI (Himpunan Mahasiswa Indnesia).. Saya berfikir seharusnya ini menjadi novel wajib bagi para mahasiswa yang berjuang di ruang pergerakan, entah itu di BEM atau Organisasi Ekstra kampus.  
 

Rabu, 04 September 2019

Resensi Merebut Peran Tuhan

Mencoba menata kembali kata - kata untuk mengisi blog ini.

Tepat hari jumat kemarin, Jakarta 30 Agustus 2019 saya selesai membaca buku kedua tulisan Nati Sajidah dengan judul Merebut Peran Tuhan. Menurut saya buku ini bagus untuk mengelola rasa, manajemen rasa, buku yang berisi lintasan - lintasan rasa dan perenungan mendalam dari seorang santri Natisa ini banyak mengajarkan tentang bagaimana mengelola rasa  yang diajarkan para Nabiyullah lewat runutan sejarah yang tertulisa dalam Al-Quran. Banyak kutipan - kutipan tafsir Al - Quran yang menjadi dasar tulisannya.

Penulis memaparkan tentang bagaimana ujian hidup ini adalah persoalan - persoalan yang dahulu juga pernah dirasakan oleh manusia - manusia mulia di zaman Rasulullah. Justru lebih keras dari pada kehidupan kita saat ini, namun hidup memang harus dihadapi. Sebagai hamba ciptaan Tuhan sudah tentu harus memposisikan diri, merendah untuk menghimpun pahala, merapal Doa untuk menemukan jawaban terbaik menurut kehendak Tuhan. Saya kira itu point utama dalam tulisan karya Natisa.

Sesungguhnya hidup ini soal rasa, Ciptakan selalu rasa bahagia dalam diri ini apapun kondisi yang dihadapi. Kita punya Tuhan Yang Maha Segala.

Ada susunan kata yang berulang dalam buku ini yang saya rasa kata - katanya membosankan seperti "me-Semesta, Tak, dll"

Jadi baca dulu saja. Insya Allah banyak Hikmah.


Sabtu, 10 November 2018

Yuk menulis lagi,



Sepanjang tahun 2017 sampai 2018 sudah jarang nulis di blog ini, padahal banyak sekali kegiatan - kegiatan yang bisa dituliskan tapi alhamdulillah bisa membekas pada majalah kalista ( kabar listrik aktual cempaka putih ) sebuah majalah aktual segala kegiatan internal perusahaan khususnya PLN ( Persero) Area Cempaka Putih.  Asik juga punya kantor yang bisa menerbitkan sebuah majalah softfile rutin tiap bulan. Kalau kalian mau tahu silahkan cek link berikut https://kalistacempaka.wordpress.com/ cukup eksis juga untuk PLN Distribusi Jakarta Raya. 

Ternyata ketika kia lebih banyak membaca, rasa - rasanya naluri untuk menulis itu lebih banyak. bulan ini saya sudah kalap beli buku sampai lima buah. Judulnya tidak jauh dari bagaimana mendidik anak dan membangun rumah tangga yang bahagia. Entah sepertinya harus lebih banyak membaca materi dan kajian kedua judul itu.  Ternyata hidup itu perlu belajar dan terus belajar sejauh apapun pencapaian hidup ini teruskanlah niat untuk selalu mempelajari kehidupan ini. 




Jumat, 04 Agustus 2017

Mengenal Generasi Strawberry Versi Rhenal Kasali

Sudah lama rasanya tidak menulis dan mengisi blogg ini, meski sebenarnya banyak buku yang seharusnya dibuatkan review dan mengisi daftar judul blogg saya ini. Ada yang sebenarnya penting untuk diketahui oleh semua kalangan pada zaman ini, zaman yang dimudahkan dalam berkomunikasi, zaman yang mudah dalam berkreasi, zaman yang generasinya sungguh sangat berbeda. Hidup yang menurut presepsi para pakar ialah peralihan generasi, generasi yang berbeda khususnya indonesia hari ini. Generasi dimana segalanya instan, segalanya dibuat mudah, tak ada lagi sekat - sekat geografis, dimanapun keberadaan kita, segalanya mampu kita lihat dengan alat canggih dengan nama internet. Jaringan komunikasi yang mampu melintasi segala geografi. Twitter, Facebook, Instagram, Telegram, dan semua aplikasi komunikasi dalam genggaman tangan.

Membaca strawberry generasi seperti membaca buku psikologi, kita diajak untuk berfikir memahami kondisi masa lalu dan masa kini yang sedang terjadi lalu outputnya pun kita bakal meraba - raba, ada yang hasilnya menjadi keberanian, ada yang ternyata hidupnya butuh apresiasi, atau sumbu pendek yang sedikit - sedikit langsung marah, generasi segalanya perlu mamah papah meskipun sudah berkeluarga. 

Bagi saya buku ini menumbuhkan cara berfikir baru, untuk lebih terbuka terhadap perubahan - perubahan yang terjadi disekitar kita. Generasi saat ini sungguh sudah berbeda maka untuk menjadi tangguh kita perlu memahami.


Kamis, 23 Februari 2017

Bagaimana Menciptakan Kebahagiaan Dikala Muda Untuk Ketenangan Dan Kesejahteraan Di Usia Tua

Kebahagiaan sejatinya ada di dalam sanubari kita. Bagi saya, bahagia itu soal rasa. Lalu bagaimana menciptakan kebahagiaan itu di dalam segala suasana yang meliputi kesibukan, kesusahan dan ketidakberdayaaan kita?. Simple, Banyak-banyaklah bersyukur dengan segala yang kita miliki. Bayangkan ketika kita bersyukur Allah akan memberikan rezeki kita yang tak pernah terukur.

Saya, hanya anak seorang petani dan ibu saya penjual ikan asin. Tapi bagaimana mereka memperjuangkan anak - anaknya untuk mengenyam pendidikan telah terbukti. Hanya lulus pendidikan Diploma tiga, awal bekerja sebagai seles motor - motor listrik di komplek BSD Tangerang. Tapi dengan segala rasa syukur. Alhamdulillah, Allah memberikan rezeki yang tak disangka. Pada jeda waktu tiga bulan mengikuti proses seleksi terpilihlah saya menjadi pegawai BUMN.

Bagi saya kebahagiaan saat tua itu ialah saat anak telah tumbuh dewasa dan menikmati kesuksesannya. Lalu dimana kebahagiaan saat tua itu. Bahagiaa itu saat kita mampu melihat anak dan cucu kita menikmati kesuksesannya dan kitalah penghantar kesuksesan mereka.

Tidak hanya menghantarkan kesuksesan orang lain, lalu bagaimana soal kesejahteraan kita, sebagai pegawai BUMN yang sudah memiliki JHT produk BPJS tentu memiliki ketenangan dalam menjalani aktifitas kerja kita. Selain mendapatkan jaminan dana pensiun  dari perusahaan, sebagai generasi muda juga perlu mempersiapkan sejauh mana persoalan keuangan kita saat pensiun itu selesai, dalam arti sudah tidak dipusingkan lagi dengan kondisi kekurangan uang atau penghidupan sehari - hari. Maka penawaran dari BPJS dengan produk Jaminan Pensiun sangat cocok untuk kita para generasi muda yang membutuhkan jaminan pensiun saat purna karya kelak.

Lalu bagaimana menciptakan kebahagiaan dikala muda? Yuk, rencanakan kebahagiaan dan kesejahteraan saat muda hingga purna karya bersama produk BPJS, segalanya akan menjadikan kita lebih aman tentram dan tenang.

Sabtu, 17 September 2016

Tips ketika menempati posisi atau jabatan baru

Tak pernah disangka kalau kita bekerja dengan gairah yang positif, mampu menciptakan suasana pekerjaan dengan asyik, komunikasi dengan rekan kerja begitu baik maka amanah - amanah baru dalam pekerjaan tentu akan bertambah dengan sendirinya. Karena efek dari segala usaha yang kita lakukan dengan sendirinya akan mendapatkan segalanya yang kita usahakan.

Dunia pekerjaan selalu memiliki tradisinya, yang bekerja dengan baik akan mendapatkan kebaikannya, yang bekerja dengan cara kerja atau prilaku buruk akan mendapatkan keburukan. Anda sekalian pasti pernah mengalaminya.

Pada tulisan kali ini sebagai salah satu usaha untuk kalian yang sedang mendapatkan amanah baru / jabatan atau tempat kerja yang baru mari simak tips dibawah ini ;

1. Kenali atasan kalian,
2. Kenali gaya kerja atasan dan rekan kerja kalian
3. Cari tahu job desk pekerjaan yang sedang anda tempati posisinya
4. Bangun komunikasi dengan rekan kerja yang berkaitan langsung dengan pekerjaan harian kalian
5. Ciptakan ide - ide baru untuk meningkatkan kinerja.

Selasa, 03 Mei 2016

Belajar memahami menerima dan mengabdi

Satu hal yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan ini adalah satu tradisi untuk senantiasa belajar hingga akhir hayat. Banyak hal yang terkadang membuat diri ini merasa paling bodoh atau sepintas angan yang besar membuat hati ini sombong. Sudut pandang yang tanpa dasar ilmu pengetahuan, cara berfikir rasional yang terlalu mementingkan ego pribadi pun membuat segalanya menjadi liar dan diluar prasangka kita, karena ia terlalu egois menghadapi persoalan, terlalu memudahkan persoalan tanpa panduan. 

Belajar memahami

Ketika kita ingin memiliki sesuatu, sudah pasti kita akan menelisik tentang bagaimana manfaatnya, tentang bagaimana cara untuk mendapatkannya, tentang bagaimana laku sifatnya, tentang bagaimana caranya agar kita menyatu dalam lingkup aktifitasnya lalu memahami kesehariannya.

Belajar menerima

Kemudian ketika kita sudah mengenal, sudah memahami segala hal tentangnya maka hal terbaik dalam sebaik - baik sikap dan tanggungjawab ialah belajar untuk menerima. Menerima apa saja tentang segala kebaikan yang ada, menerima keburukan yang ada lalu meluruskannya agar ia sesuai dengan panduan ilmu pengetahuan adalah nasehat yang paling paripurna.

Pengabdian tiada henti

Sebaik - baik pengabdian hidup ialah kehidupan yang memiliki kebermanfaatan paling banyak. Apapun persoalan yang dihadapi. Saat susah, saat sehat, saat bahagia pun disaat - saat kita tidak memiliki apapun. Memberi sesuatu yang paling kita cintai adalah salah satu bentuk penghambaan yang sangat dicintai Tuhan. 


Jakarta, 3 Mei 2016

Sabtu, 12 Maret 2016

Mengatur Keuangan Bulanan

Bagi kalian yang sudah menginjak jenjang dunia kerja tentu akan merasakan nikmatnya uang gaji pertama, traktir sana traktir sini lalu uang habis sebelum tanggal gaji-an datang. Bingung, lalu akhirnya pinjam ke teman, tetangga kost, atau saudara dekat untuk biaya hidup hingga tanggal atau hari uang gaji-an bulanan datang.

Atau bagi kalian yang sudah bekerja bertahun - tahun tetapi setelah rasa dirasa, cek and recek, koreksi lalu evaluasi diri kerja selama dua tahun atau tiga tahun belum punya apa - apa. Umur kian bertambah lalu mulai terlintas untuk menikah / berumah tangga kemudian terpikir butuh rumah untuk tempat tinggal setelah menikah. 

Akan banyak sekali kebutuhan hidup selanjutnya, menata keluarga, menyatukan dua keluarga ( keluarga istri / keluarga suami ), kebutuhan proses persalinan melahirkan anak pertama hingga pendidikan ke jenjang kuliah. Otak serasa ditusuk - tusuk untuk berfikir bagaimana menjadi kaya. Uang bertambah banyak, segala kebutuhan terpenuhi bahagia sepanjang masa.

Maka cara terbaik untuk memperbaiki kondisi diri  paling pertama adalah belajar menata keuangan sedari dini. Bagi kalian yang sudah memiliki pendapatan bulanan ;

Pertama

Hitung kebutuhan hidup bulanan, berapa biaya belanja bulanan atau biaya hidup selama sebulan, nilai rupiahnya dibagi selama 30 hari ( 1 bulan ) maka biaya hidup selama sehari sudah bisa di-estimasi-kan.

Kedua

Buatlah presentasi kebutuhan biaya hidup dalam satu bulan. Misal pendapatan kita selama sebulan Rp 3.500.000 maka

1. Kebutuhan biaya hidup (Uang makan + Kontrakan + beli Perlengkapan) : Rp 1.700.000
2. Tabungan bulanan : Rp 500.000
3. Tabungan Rencana : Rp 1.800.000 

Dengan membagi / mempresentasikan porsi kebutuhan maka kita bisa mengontrol pengeluaran bulanan kita yang terkadang tak bisa di duga - duga.

Ketiga

Buatlah tiga penempatan untuk uang kita :

Pertama, tentu rekening gaji untuk menerima gaji bulanan kita dan uang tersebut digunakan untuk kebutuhan biaya hidup sehari - hari

Kedua yaitu tempatkan uang kita pada tabungan bulanan yang rutin setiap bulan kita menabung yang fungsinya untuk dana darurat sehingga pada kondisi - kondisi tertentu bisa kita gunakan. 

Untuk yang ketiga yaitu tempatkan uang kita untuk tabungan rencana, misal dalam tahun ini ingin memiliki kendaraan mobil atau jalan - jalan keluar negeri. Maka mempersiapkannya tentu dari jauh - jauh hari.

Jadi setelah uang gaji masuk ke rekening gaji, segerahlah pindahkan uang gaji bulanan kita ke rekening tabungan bulanan dan tabungan rencana. Dengan membuat perencanaan seperti diatas semoga  keuangan kita akan ama dan terkendali.  Dan semoga kita mampu untuk membiasakannya.

Senin, 07 Maret 2016

Bagaimana Mencari Tempat Asik Untuk Menyaksikan Gerhana Matahari Total ?

Gerhana matahari adalah peristiwa alamiah yang sangat fenomenal, "Indonesia akan menjadi satu-satunya daratan yang dilewati gerhana," kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Lalu bagaimana mencari tempat asik untuk menyaksikan gerhana matahari total yang bertepatan dengan libur hari Raya Nyepi tanggal merah 9 Maret 2016. Berikut tempat - tempat yang bisa kalian kunjungi :
 
1. Pagai Utara, Sumatera Barat
Pukul 06.20.22 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.19.13 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.25.45 | Gerhana selesai

2. Palembang, Sumatera Selatan
Pukul 06.20.30 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21.45 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.31.28 | Gerhana selesai

3. Tanjung Pandang, Bangka Belitung
Pukul 06.21.06 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.23.58 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.35.48 | Gerhana selesai

4. Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pukul 06.23.29 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.30.12 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.46.54 | Gerhana selesai

5. Balikpapan, Kalimantan Timur
Pukul 07.25.38 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.34.26 | Gerhana Matahari total
Pukul 09.53.41 | Gerhana selesai

6. Palu, Sulawesi Tengah
Pukul 07.27.51 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.38.50 | Gerhana Matahari total
Pukul 10.00.35 | Gerhana selesai

7. Ternate, Maluku Utara
Pukul 08.36.04 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.53.01 | Gerhana Matahari total
Pukul 11.20.52 | Gerhana selesai

8. Maba, Maluku Utara
Pukul 08.37.01 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.54.39 | Gerhana Matahari total
Pukul 11.23.06 | Gerhana selesai

Empat provinsi lain yang akan dilintasi gerhana sebagian adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Gerhana Matahari total (GMT) di Indonesia berlangsung selama 1,5 menit-3 menit. Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.

Apakah di Jakarta masih bisa menikmati gerhana? Bisa. Ketertutupan matahari di Jakarta mencapai 88,74 persen. Waktu gerhana di Jakarta:
Pukul 06.19 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.31 | Gerhana selesai
(Sumber : Kompas.com)

Setiap Provinsi memiliki event tersendiri, bagi kalian yang dekat dengan planetarium seperti yang ada di Taman Ismail Marzuki Jakarta bisa cek jadwal kunjungannya.

Pun bagi kalian yang tidak bisa menyakiskan secara langsung mengikuti event diberbagai provinsi yang tersebar di wilayah indonesia karena terbentur jadwal piket dan lain sebagainya. Kalian bisa menyimak dengan membuka leptop atau komputer yang terhubung dengan internet lalu klik livestrem GMT 2016 di web http://bosscha.itb.ac.id/unawe/gmt/ .

Senin, 05 Oktober 2015

Ingin Beli Rumah?... Baca Ini...!

Siapapun orangnya,  apapun pekerjaannya, seberapapun pendapatannya, laki - laki, perempuan atau seorang ayah atau perempuan janda pasti menginginkan tempat tinggal yang tenang saat pulang kerja. Rumah. Bagi yang sudah memiliki pasangan hidup, sudah tentu memiliki rumah adalah cita - cita yang harus terealisasi dengan segala daya dan upaya. 

Sedikit resume dari buku Ryan Filbert Wijaya dengan judul "Bangun Kekayaan, Investasi Properti" bahwa siapapun bisa memiliki rumah, seberapapun pendapatan dan usia anda, yang menjadi point besarnya ialah sejauh mana kita memiliki pengetahuan dengan tingkat kemampuan yang kita miliki.

Semakin meningkatnnya harga properti membuat kita terkadang berfikir, mampu atau tidak dengan pendapatan kita saat ini untuk mencicil rumah / membeli secara tunai. Tapi Ryan membuka cara berfikir berbeda bahwa bisa jadi harga properti itu bisa jadi menurun seperti yang pernah terjadi di bagian negara Amerika karena kondisi ekonomi dan nampak seperti orang bodoh ketika membeli rumah tapi rumah belum dibangun hanya kavlingan tanah kita sudah memberikan booking fee atau dana pertama dan mulai mencicil rumah yang belum jadi.

Bahwa kita harus memiliki pengetahuan tentang proses jual beli properti itu wajib. Berkas - berkas apa saja yang menjadi keharusan standar bahwa rumah yang akan kita beli itu menjadi dasar untuk proses pengajuan KPR ke bank serta biaya - biaya yang semestinya masih bisa kita nego dengan pihak bank-pun Ryan jelaskan dengan gamblang.

Membeli sesuai kemapuan dengan presentasi bisnis. Beli rumah lalu hitung biaya sewa pertahun, dengan begitu kita bisa meminimalisir pengeluaran mekipun kita sendiri tidak memnempati rumah yang kita beli tapi rumah tersebut memiliki nilai plus untuk kita karena di kontrakkan ke orang misalnya.

Membeli rumah yang sederhana tetapi berpotensi untuk kita jual dikemudian hari sehingga kita bisa membeli rumah baru yang lebih luas atau lingkungan yang lebih dekat dengan kantor/tempat kita bekerja.

Bahwa kita harus memiliki pengetahuan tentang proses jual beli properti itu wajib. Berkas - berkas apa saja yang menjadi keharusan standar bahwa rumah yang akan kita beli itu menjadi dasar untuk proses pengajuan KPR ke bank serta biaya - biaya yang semestinya masih bisa kita nego dengan pihak bank-pun Ryan jelaskan dengan gamblang.

Meski kita saat ini belum memiliki dana untuk membeli rumah namun merencanakan keuangan dengan menaruh telur - telur kita di ruang - ruang investasi akan memberikan dampak yang positif seiring dengan tergerusnya rupiah dan inflasi. 

Jangan memenggal leher sendiri dengan hutang yang tidak pasti. Hitung dengan cermat kemampuan kita. dan yakinlah seberapa mahalnya itu rumah, kalau suddah jodoh insha allah semua akan menjadi miliki kita.


Rabu, 22 Juli 2015

Menikmati Puncak Gunung Ceremai



Kesegaran udara pagi  daerah pegunungunan adalah nikmat yang luar biasa bagi para pekerja yang memiliki rutinitas di Jakarta atau kota  –  kota besar lainnya. Bagi para treveling dan penikmat pemandangan, libur panjang atau weekend merupakan hari yang sangat ditunggu – tunggu  untuk refreshing dan menikmati perjalanan  menjelajahi daerah  –  daerah yang belum pernah dikunjungi.
Bagi kalian yang senang mendaki maka cobalah untuk menikmati perjalanan pendakian Gunung Ceremai cukup dengan menyiapkan waktu sabtu minggu  dan  uang perjalanan kurang lebih Rp 250.000 untuk rute Jakarta – Kuningan  Jawa Barat.
Gunung Ceremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3078 Mdpl. Ada tiga jalur pendakian untuk mencapai puncak Ceremai diantaranya ; jalur  palutungan, apuy dan linggar jati serta padabeungar. Namun jalur pendakian yang kami ambil bersama dengan teman – teman PHC (PLN Hiking Community) ialah pendakian dengan jalur palutungan.
Jalur palutungan ini merupakan jalur yang cukup menantang, di jalur ini  kami melewati perkebunan milik penduduk dan  hutan pohon pinus dengan  jalanan yang cukup tanpa bonus ( Baca : Jalan datar ). Sumber mata air hanya ada di pos pertama yaitu pos cigowong, selanjutnya tidak ditemukan lagi mata air maka untuk mengantisipasi kekurangan air ketika diatas, sampai puncak hingga turun kembali ke bawah minimal satu orang membawa lima liter air dengan waktu camp satu malam.
Perjalanan kami mulai dari pos pendaftaran sekitar pukul 09 : 30 Wib sampai di cigowong sekitar pukul 12 : 30, kami istirahat sejenak, sholat, makan siang  sekaligus mengisi persediaan air yang akan kami bawa. Di pos cigowong kami bertemu dengan para mahasiswa yang sedang belajar tentang kehidupan kupu – kupu. Hanya sampai di pos cigowong mereka berekreasi.
Pos Pendaftaran Jalur Palutungan
Perjalanan kami berlanjut hingga pukul sepuluh malam dengan mengambil waktu istirahat disetiap pos. Kami mendirikan tenda setelah menemukan pos sangyang ropo, meski agak susah untuk mendapatkan tanah lapang padahal sekitar satu jam perjalanan lagi sampai di pos goa walet, namun kami tetap harus istirahat malam untuk mempersiapkan fisik perjalanan esok hari. Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi tetap bersemangat dengan cita – cita bahwa hari esok akan menemui puncak gunung Ceremai.
Pagi hari kami mulai menghangatkan badan dengan memasak beberapa persediaan makanan yang kami bawa hingga pukul sembilan pagi karena kabut masih pekat. Kopi, susu, jahe dan air putih hangat menjadi menu minuman pagi.
 Selesai berkemas, barang bawaan kami di tas kerir sedikit berkurang karena beberapa persediaan air dan makanan sudah kami gunakan untuk dimasak. Perjalanan kami mulai lagi sampai ke pos goa wallet dengan medan yang sangat terjal kami jalan dengan santai tapi tetap penuh kehati – hatian.
Dari goa wallet ke puncak hanya beberapa menit perjalanan namun medannya sungguh sangat terjal maka perlu hati – hati. Sekitar pukul dua belas siang Alhamdulillah kami sampai di puncak gunung ceremai.
Terbayar sudah lelah yang kami lewati hingga mencapai puncak dengan cuaca yang cukup cerah. Senyum sumringa dan keceriaan nampak dari wajah – wajah para pendaki. Sekitar satu jam setengah kita diatas puncak gunung ceremai mengambil gambar pemandangan, titik tertinggi puncak dan beberapa  saat untuk selfie.   Setelah itu kami langsung turun lewat jalur linggar jati.
Jalur linggar jati sungguh sangat terjal kalau digunakan untuk jalur pendakian, saran saya jalur linggar jati sangat tepat untuk jalur turun. Sekitar pukul empat belas siang kami mulai jalan turun hingga pukul delapan malam sampai di pos linggar jati. Alhamdulillah kami enam belas orang, turun dengan selamat. 

 
Dibelakang Awan


Pos Goa Walet

Jalur Turun Menuju Pos Linggar Jati